Rabu, 27 Mei 2009

http://homesandcottages.com/portals/1/gallery/1.13890921103E+13.jpg

APAKAH rumah Anda bisa dikatakan sehat? Jika keenam poin berikut tercakup dalam jawaban Anda, maka Andalah si pemilik rumah sehat.

1. Sirkulasi udara yang keluar-masuk dalam rumah berputar secara baik.

2. Lingkungan di sekitar rumah bersih dan teratur. Tumpukan sampah harus segera dibersihkan dan air di got depan rumah harus mengalir dengan lancar.

3. Mendapat cukup sinar matahari pagi yang dapat mematikan kuman-kuman dan menyegarkan isi rumah.

4. Tidak banyak barang/perabotan rumah yang membuat rumah menjadi sumpek. Terlalu banyak barang di dalam rumah dapat menyerap debu sehingga tidak baik untuk kesehatan.

5. Tata letak perabot secara berkala diubah susunannya agar debu/kotoran yang tersembunyi dapat dibersihkan, selain juga dapat mengubah suasana ruang.

6. Terdapat tanaman yang dapat memberikan kesegaran, baik di dalam, maupun di luar rumah. *

Sumber: Kompas.com

http://www.russlrobinson.com/martechpc/fotos/281/dorris_rd.jpg

MENCARI dan memilih perumahan seperti halnya mencari jodoh. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih lokasinya.

Generasi tua suku Jawa sering kali menyamakan rumah dengan “pulung”, yakni anugerah bagi mereka yang memang berjodoh. Menurut kepercayaan mereka, orang yang membeli rumah, baik rumah baru maupun second, berarti mendapat “pulung”.

Untuk bisa membeli rumah pun harus ada usaha tertentu dari orang yang bersangkutan karena rumah tidak tersedia begitu saja bagi mereka yang mampu membelinya.

Banyak pilihan
Karena membeli rumah harus “cocok” dengan pembeli, maka Anda yang berkehendak membeli rumah tentunya akan mencari rumah yang “cocok” dengan Anda.

Saat ini ada banyak sekali rumah yang ditawarkan penjual, baik yang berada di dalam kompleks perumahan, maupun di luar kompleks perumahan. Rumah-rumah itu ditawarkan oleh banyak pihak, antara lain pengembang perumahan itu sendiri, broker properti, dan orang yang akan menjual rumahnya.

Melihat fungsi rumah sebagai tempat berlindung dan ditinggali selamanya, maka memilih rumah harus dilakukan dengan langkah hati-hati dan bijak. Dengan tawaran yang beragam, pilihan Anda menjadi lebih luas.

Dalam memilih rumah di perumahan, yang perlu diingat adalah faktor lokasi sebagai faktor utama dalam memilih rumah. Setelah mendapatkan lokasinya, baru Anda menentukan perumahan mana yang akan Anda pilih.

Agar tidak salah langkah dalam memilih perumahan, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilihnya.

1. Lihat siapa pengembangnya
Rumah sebagai unit properti—khususnya yang dibeli dengan kredit—akan melibatkan komitmen jangka panjang. Di sinilah unsur kepercayaan berperan penting dalam bisnis peroperti. Ketika Anda menyerahkan uang tanda “jadi” dan uang muka, berarti Anda percaya bahwa pengembang akan menjaga kepercayaan Anda.

Maka pertimbangkan pengembang yang bisa dipercaya ketika memilih unit properti di sebuah lokasi. Caranya? Cari informasi apakah pengembang yang bersangkutan dapat tepat waktu dalam membangun dan menyerahkan produknya (rumah) dalam proyek sebelumnya. Kalau perlu Anda mengecek apakah pengembang tersebut mempunyai cacat atau tidak dalam memenuhi janji pada saat serah terima rumah. Hal ini penting mengingat banyaknya pengembang yang melakukan wanprestasi. Dalam beberapa kasus hukum juga terjadi bahwa pengembang tidak kunjung membangun rumah.

2. Lihat tema dan masterplan proyek perumahan
Dengan simulasi komputer, Anda dapat melihat brosur yang disodorkan pengembang dengan visualisasi yang dapat menggambarkan tema dan masterplan perumahan itu. Keduanya merupakan identitas proyek perumahan. Kalau tema dan masterplan-nya adalah kota taman, maka di lokasi itu tentunya tidak dibangun kawasan industri.

Pembangunan kawasan industri di sebuah wilayah mungkin akan membuat wilayah tersebut menjadi bising, tetapi peluang bisnisnya besar kalau harga properti di wilayah tersebut meningkat. Di sisi lain, kota taman mungkin menawarkan lingkungan hunian yang tenang, tetapi harga propertinya mungkin juga akan “tenang-tenang” saja. Oleh karena itu, cari lokasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

3. Bagaimana suplai air bersihnya
Masalah air bersih di Jakarta dan kota besar lain tetap menjadi persoalan klasik. Hingga kini, masalah tersebut belum terpecahkan, meskipun telah ada perusahaan air minum daerah (PDAM), beberapa di antaranya bekerja sama dengan perusahaan asing.

Pasokan air bersih ke rumah warga sering tersendat, bahkan macet sama sekali. Kualitas air juga menjadi bahan keluhan. Dalam hal ini, air sumur tampak menjadi solusi. Alasannya, air sumur bisa dibilang gratis, di luar ongkos listrik untuk pompanya. Namun, tidak selamanya air sumur baik. Kini, semakin sering, kita mendengar bahwa air sumur terkontaminasi air laut atau limbah industri. Kalau dikonsumsi selama bertahun-tahun bisa mengganggu kesehatan.

Untuk itu, Anda harus menanyakan kepada pengembang, bagaimana pasokan air bersih di lokasi perumahan miliknya; apakah menggunakan air sumur atau air dari PDAM. Kemudian, jangan lupa tanyakan juga kepada tetangga sebelah, bagaimana kualitas air minumnya.

4. Kelengkapan fasilitas
Pada umumnya rumah di kompleks perumahan ditawarkan bersamaan dengan berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial, seperti kolam renang, penampungan air, jaringan listrik, telepon, alat pemadam kebakaran, pengelolaan air limbah (sewage treatment plan), sarana ibadah, dan tempat kesehatan.

Fasilitas itu memenuhi kebutuhan konsumen akan fungsi rumah dan juga gaya hidup. Pemilihan yang seksama tentang tingkat ketersediaan fasilitas akan memberikan peluang lebih besar untuk memperoleh capital gain. Umumnya, pengembang menghindari pembangunan fasilitas lengkap sejak awal karena berpotensi merugikan pengembang dengan mengeluarkan biaya tinggi di awal, dan kalau ada resesi biaya tersebut tidak kembali. Fasilitas yang lengkap sejak awal membuat pembeli membayar lebih besar.

Pembangunan fasilitas yang bertahap akan meningkatkan nilai properti sesuai dengan tingkat pengembangan fasilitasnya dan memberikan manfaat kepada pembeli pertama. Dengan kata lain, fasilitas yang belum lengkap dapat memberi peluang kenaikan harga rumah. Namun, faktanya menunjukkan bahwa banyak pengembang yang mengingkari janji untuk membangun fasilitas.

5. Kualitas
Tanpa adanya lembaga standardisasi seperti di negara maju, maka unit properti bisa dibangun dengan kualitas yang berbeda. Konon inilah salah satu kendala yang membuat bisnis efek beragun mortgage (mortgage-based securitization) sulit berkembang di Indonesia.

Dalam kaitan ini, maka penting bagi calon pembeli rumah untuk mempertimbangkan aspek kualitas, baik kualitas fisik rumah, jalan, maupun lingkungan.

6. Lihat apakah pengembang menjalankan divisi manajemen estate (ME)
Selain membangun fasilitas, kondisi fisik lingkungan dapat juga memengaruhi nilai jual rumah di kemudian hari. Oleh karena itu, cari informasi mengenai rencana pengembang jangka panjang terhadap kawasan yang dikembangkan. Kantong-kantong lahan kosong harus dijaga agar tidak tiba-tiba berkembang menjadi daerah kumuh karena pengembangan yang tidak disiplin.

Bagaimana langkah dan upaya pengembang agar harga rumah di kompleks tersebut tidak akan jatuh di kemudian hari, misalnya karena pemburukan lingkungan dan lain-lain. Hal ini bisa dilihat dari seberapa bagus divisi manajemen estate yang mengelola masalah-masalah, seperti sampah, fasilitas, dan asosiasi pemilik.

7. Partisipasi warga
Meski bukan jaminan, kerja sama antarwarga dapat membuat sebuah kompleks perumahan lebih nyaman dan aman dihuni. Oleh karena itu, pada umumnya pengembang menggalakkan partisipasi pemukim untuk berperan serta dalam menangani kebutuhan lingkungan. Misalnya, mendukung dibentuknya home owner association, seperti RT dan RW di perkampungan yang nantinya akan menangani masalah yang ada di dalam perumahan secara swadaya. Namun, kadang-kadang, upaya mobilisasi yang diprakarsai pengembang tidak berjalan baik.

Kalau Anda sudah mengetahui kondisi lingkungan sebuah perumahan dan memutuskan untuk membeli rumah di wilayah itu, yakinkan Anda juga melihat pilihan perumahan lain yang ada di wilayah tersebut.

Jika ingin mengeluarkan dana Rp 200 juta untuk sebuah rumah, lihat juga rumah yang ditawarkan lebih mahal yang ada di sekitarnya. Banyak perumahan dijual dengan harga di bawah harga permintaan. Bisa jadi Anda mungkin mampu mengeluarkan sedikit uang lagi untuk mendapatkan fasilitas yang jauh lebih tinggi nilainya.

Jika Anda mencari rumah dengan bantuan pialang properti, yakinkan Anda tidak mengabaikan rumah-rumah yang dijual oleh pemilik langsung (yang tidak dijual oleh agen/broker properti tersebut). Jika tidak, Anda mungkin kehilangan peluang memperoleh properti yang bagus. * (Oleh Jaka Eko Cahyono – Wartawan dan penulis buku)

Sumber: taghyr.wordpress.com

http://www.clickthecity.com/img2/articles/CTC-4600-image3.jpg

Dapur merupakan salah satu bagian rumah yang cukup penting. Dari tempat inilah, makanan Anda sehari-hari dipersiapkan, diolah sehingga siap saji di ruang makan keluarga Anda. Karena menjadi pusat pengolahan makanan di rumah, maka dapur perlu mendapat perhatian khusus.

Apa saja yang perlu menjadi perhatian khusus bagi dapur Anda? Antara lain adalah kebersihan, aliran udara atau sirkulasi udara dapur, maupun pencahayaan di dalam dapur. Semuanya penting untuk menjaga agar Anda memiliki dapur bersih dan sehat.

Kebersihan Dapur

Karena dapur merupakan pusat pengolahan makanan bagi rumah Anda, maka pastilah di dapur akan menghasilkan banyak sampah dan limbah. Sisa-sisa makanan yang diolah maupun sampah semua diletakkan di lokasi dapur. Tentu kebersihan dapur menjadi hal yang penting. Karena itu, agar sisa-sisa makanan, sampah, dan limbah di dapur Anda tidak menjadi tempat penyebaran bibit penyakit dan bau tidak sedap, maka dapur harus dijaga tetap bersih.

Cara menjaga kebersihan dapur dengan membersihkan setiap kali selesai memasak ataupun mempersiapkan makanan di dapur. Jika ada sisa minyak, makanan terjatuh, kuah yang terjatuh atau terciprat, maka sebaiknya segera dibersihkan. Sampah dapur apalagi sampah basah sebaiknya jangan dibiarkan lebih dari satu hari di dalam dapur Anda. Karena jika disimpan lebih dari satu hari di dalam rumah, akan menjadi tempat pembiakan bakteri dan jamur dalam rumah Anda.

Sirkulasi Udara Dapur

Selain masalah kebersihan dapur, aliran udara di dalam dapur juga perlu dijaga. Hal ini patut diperhatikan agar dapur tidak menjadi sumber bau tidak sedap. Ada dapat membuka jendela atau pintu ke udara terbuka agar ada sirkulasi udara di dapur lebih bersih. Namun jika tidak ada jendela atau pintu yang langsung ke udara terbuka, Anda dapat juga menggunakan cooker hood untuk menghisap udara dan asap di dalam dapur ke luar ruangan.

Sumber: kumpulaninformasi.wordpress.com

Rumah Orang Terkaya di Dunia…

( Bahasa )

Bill Gates

Medina, Wash.
Net Worth: $40 billion
Rank: 1

Gates’ 66,000-square-foot compound is built into a hillside on the edge of Lake Washington, near Seattle. Out-of-shape visitors can skip the 84-step hike to the ground floor and opt for an elevator ride instead. Among its enviable amenities: a 60-foot swimming pool with an underwater music system, a 2,500-square-foot gym and a 1,000-square-foot dining room, which seats 24.

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

Lakshmi Mittal

London, England
Net Worth: $19.3 billion
Rank: 8

In 2004, Mittal paid $128 million for this 12-bedroom townhouse in the luxe Kensington neighborhood called Billionaires’ Row. Mittal’s mansion, tucked between Kensington Palace and the Sultan of Brunei’s spread, has an indoor pool, Turkish baths and garage space for 20 cars. The super-home is embellished with marble taken from the same quarry that supplied the Taj Mahal.

$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$

Larry Ellison

Woodside, Calif.
Net Worth: $22.5 billion
Rank: 4

Over the last few years, the Oracle co-founder has kept jaws a-dropping by spending $200 million by some estimates on near a dozen properties in Malibu, including five homes that in aggregate would create a custom compound. His 23-acre estate in Woodside, pictured here, is reminiscent of a 16th-century imperial Japanese palace and reportedly cost upward of $100 million to build.


Sumber: solocybercity.wordpress.com

Arsitek dari Belgia, Vincent Callebaut, mengajukan terobossan baru dalam menghadapi masalah perubahan ik lim dan kepadatan, solusinya dinamai: Daun Bunga Lili. Daun Bunga Lili ini digambarkan sebagai: prototipe kota amfibi yang mampu menghidupi diri sendiri, dengan masing2 daun mampu menampung 50.000 orang.

Di tengah Daun ini ada sebuah danau yang menampung dan menjernihkan air hujan. Kita terapung ini tidak membutuhkan jalan dan akan mengapung dan “terhanyut” ke seluruh dunia akibat pergerakan arus laut. Desain dari Daun ini di memuat 3 marina dan 3 gunung yang dikhusukan bagi bisnis dan hiburan. Kota ini unik, karena kota ini merupakan kota amfibi, setengah kota air, setengah lagi kota darat. Kota ini mendapat sumber daya dari matahari, angin dan arus laut, yang akan memproduksi lebih banyak energi daripada energi yang dikonsumsinya, dan akan menjadi kota yang ber-”emisi nol” karena semua karbon dan lim bah akan di daur ulang.

Harapan yang ada adalah pada tahun 2100, akan ada 250 juta orang yang melarikan diri dari perubahan cuaca, yang disebut “C lim actic refugee”, karena air laut akan menghancurkan kota2 seperti New York, Shanghai dan Bombai.

Vincent percaya, bahwa produknya ini adalah solusi jangka panjang untuk menghadapi naiknya air laut, dan bukannya memperkuat garis pantai, karena solusi garis pantai ini hanyalah solusi jangka pendek. Desain dari Daun ini diinspirasikan oleh daun Amazonia Victoria Regia yang memiliki tulang daun yang sangat rapat.

Tujuan Vincent adalah untuk menciptakan “hubungan harmonis antara manusia dan alam”.



Sumber: roghuzshy.wordpress.com

http://farm2.static.flickr.com/1106/1364496661_a5672de039.jpg

Saat melakukan renovasi rumah apa saja yang Anda perhatikan? Bisa jadi Anda mulai berpikir untuk mengganti pagar rumah Anda. Atau, Anda mulai berpikir mengubah desain dapur Anda agar menjadi dapur modern yang higienis dan sehat. Bahkan mungkin renovasi rumah mencakup mengubah desain kamar mandi agar tampak lebih modern. Namun, salah satu yang pasti menjadi perhatian Anda, apapun rencana Anda untuk melakukan renovasi rumah tentunya adalah menentukan warna ruang dalam rumah Anda.

Mengapa memilih warna ruang dalam rumah termasuk memilih warna cat tembok merupakan sesuatu yang mutlak harus direncanakan dengan matang? Karena warna suatu ruangan bisa mempengaruhi suasana hati dan mood seseorang. Warna ruangan berperan penting dalam desain interior rumah. Karena warna ruangan akan menggambarkan karakter pemilik rumah. Selain itu, pemilihan warna ruangan yang tepat bisa menjadi pemersatu keseluruhan ruangan yang ada di dalam rumah. Maka sebelum mengganti warna ruangan di dalam maupun warna rumah secara keseluruhan, sebaiknya Anda memahami makna dan pengaruh setiap warna.

Bagaimana warna ruangan bisa mempengaruhi mood seseorang saat berada di dalam ruangan tersebut? Apa saja makna dan pengaruh warna ruangan bagi suasana hati atau mood orang yang berada di dalamnya? Berikut ini beberapa penjelasan menarik mengenai pengaruh psikologi warna ruangan terhadap mood seseorang. Karena itu, pilihlah warna yang tepat sebelum Anda melakukan renovasi rumah Anda. Berikut ini beberapa warna utama yang bisa digunakan sebagai warna ruangan. Namun setiap warna bisa memiliki intesitas kekuatan warna yang berbeda-beda. Warna-warna di bawah ini dikelompokkan berdasar golongan utama penamaan warna dan bukan intensitasnya.

* Merah

Merah biasanya menampilkan kesan memiliki energi penuh, aktif, semangat dan kehangatan. Namun, merah dengan intensitas kuat bisa memberi kesan marah ataupun ambisi.

* Kuning

Kuning menggambarkan energi yang baik dan semangat seperti halnya matahari. Bisa juga melambangkan kemakmuran dan kemewahan seperti halnya emas yang berwarna kuning.

* Hijau

Hijau identik dengan alam. Karena itu, warna hijau bisa memberi suasana harmonis, teduh, santai, dan natural.

* Biru

Warna biru identik dengan langit biru dan laut biru. Karena itu, warna biru menggambarkan ketenangan, perasaan damai, kenyamanan, dan perlindungan.

* Putih

Putih merupakan warna netral yang cocok dengan warna apapun. Putih melambangkan kebersihan, netral, dan murni. Jika berlebih, warna putih akan menampilkan kesan dingin dan steril.

* Abu-abu

Warna abu-abu biasa digunakan untuk rumah bergaya minimalis. Warna ini dapat menampilkan suasana stabil, luas, menentramkan. Namun berhati-hatilah karena terlalu banyak menggunakan warna abu-abu akan membuat suasana dingin dan luas secara berlebihan.

Sumber:

JUAL BELI & BALIK NAMA SERTIFIKAT

PROSEDUR, DATA YANG DIPERLUKAN dan SYARAT-SYARATNYA

Dalam melaksanakan pekerjaan saya sehari-hari, beberapa kali saya ditanya oleh klien-klien yang awam, yang menyatakan bahwa mereka akan melakukan balik nama sertifikat berdasarkan kwitansi lunas dari Penjual atas pembelian tanah dan/atau bangunan. Beberapa orang menganggap hanya dengan menggunakan kwitansi lunas tersebut mereka sudah dapat melakukan balik nama sertifikat tanah yang mereka beli.
Pada kenyataannya tidak semudah itu. Yang menjadi persoalan adalah jika si penjual sudah tidak bisa ditemui lagi atau sudah meninggal dunia, maka pembeli tersebut akan mengalami kesulitan dalam melakukan peralihan hak atas tanah dan bangunan dimaksud.
Pada prakteknya, untuk dapat melakukan balik nama (dalam hal ini peralihan hak) atas tanah dan/atau bangunan, harus dilakukan dengan cara tertentu, yaitu jual beli, hibah, tukar menukar, atau inbreng (pemasukan ke dalam suatu perusahaan). Pada kesempatan ini akan saya bahas mengenai peralihan hak dengan cara jual beli.

Jual beli merupakan proses peralihan hak yang sudah ada sejak jaman dahulu, dan biasanya diatur dalam hukum Adat, dengan prinsip: Terang dan Tunai. Terang artinya di lakukan di hadapan Pejabat Umum yang berwenang, dan Tunai artinya di bayarkan secara tunai. Jadi, apabila harga belum lunas, maka belum dapat dilakukan proses jual beli dimaksud. Dewasa ini, yang diberi wewenang untuk melaksanakan jual beli adalah Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang terdiri dari:
1.PPAT sementara –> adalah Camat yang diangkat sebagai PPAT untuk daerah –daerah terpencil
2.PPAT –> Notaris yang diangkat berdasarkan SK Kepala BPN untuk wilayah kerja tertentu

Data-data apa saja yang harus dilengkapi untuk proses Jual Beli & balik nama tersebut?
Dalam transaksi jual beli tanah dan/atau bangunan tersebut, biasanya PPAT yang bersangkutan akan meminta data-data standar, yang meliputi:
I. Data tanah, meliputi:
a.asli PBB 5 tahun terakhir berikut Surat Tanda Terima Setoran
(bukti bayarnya)
b.Asli sertifikat tanah (untuk pengecekan dan balik nama)
c.asli IMB (bila ada, dan untuk diserahkan pada Pembeli setelah
selesai proses AJB)
d.bukti pembayaran rekening listrik, telpon, air (bila ada)
e. Jika masih dibebani Hak Tanggungan (Hipotik), harus ada Surat
Roya dari Bank yang bersangkutan

Catatan: point a & b mutlak harus ada, tapi yang selanjutnya optional

II. Data Penjual & Pembeli (masing-masing) dengan kriteria
sebagai berikut:
a.Perorangan:
a.1. Copy KTP suami isteri
a.2. Copy Kartu keluarga dan Akta Nikah
a.3. Copy Keterangan WNI atau ganti nama (bila ada, untuk
WNI keturunan)
b.Perusahaan:
b.1. Copy KTP Direksi & komisaris yang mewakili
b.2. Copy Anggaran dasar lengkap berikut pengesahannya dari
Menteri kehakiman dan HAM RI
b.3. Rapat Umum Pemegang Saham PT untuk menjual atau Surat
Pernyataan Sebagian kecil asset

c.Dalam hal Suami/isteri atau kedua-duanya yang namanya
tercantum dalam sertifikat sudah meninggal dunia, maka yang
melakukan jual beli tersebut adalah Ahli Warisnya. Jadi, data-
data yang diperlukan adalah:

c.1. Surat Keterangan Waris
-Untuk pribumi: Surat Keterangan waris yang disaksikan dan
dibenarkan oleh Lurah yang dikuatkan oleh Camat
-Untuk WNI keturunan: Surat keterangan Waris dari Notaris
c.2. Copy KTP seluruh ahli waris
c.3. Copy Kartu keluarga dan Akta Nikah
c.4. Seluruh ahli waris harus hadir untuk tanda-tangan AJB, atau
Surat Persetujuan dan kuasa dari seluruh ahli waris kepada
salah seorang di antara mereka yang dilegalisir oleh Notaris
(dalam hal tidak bisa hadir)
c.5. bukti pembayaran BPHTB Waris (Pajak Ahli Waris), dimana
besarnya adalah 50% dari BPHTB jual beli setelah dikurangi
dengan Nilai tidak kena pajaknya.

Nilai tidak kena pajaknya tergantung dari lokasi tanah yang
bersangkutan.
Contoh Perhitungannya:
-NJOP Tanah sebesar Rp. 300juta, berlokasi di wilayah bekasi:
Nilai tidak kena pajaknya wilayah bekasi adalah sebesar Rp. 250jt. Jadi pajak yang harus di bayar =
{(Rp. 300jt – Rp. 250jt) X 5%} X 50%.
Jadi, apabila NJOP tanah tersebut di bawah Rp. 250jt, maka penerima waris tidak dikenakan BPHTB Waris (Pajak Waris)

Sebelum dilaksanakan jual beli, harus dilakukan:
1. Pengecekan keaslian dan keabsahan sertifikat tanah pada kantor
pertanahan yang berwenang
2. Para pihak harus melunasi pajak jual beli atas tanah dan
bangunan tersebut.
Dimana penghitungan pajaknya adalah sebagai berikut:
-Pajak Penjual (Pph) = NJOP/harga jual X 5 %
-Pajak Pembeli (BPHTB) = {NJOP/harga jual – nilai tidak kena pajak} X 5%
materi referensi:
http://irmadevita.com/